Overview
Sebuah perjalanan menuju pulau yang pernah ditukar dengan Pulau Manhattan (New York) di masa kolonial. Banda Neira adalah perpaduan sempurna antara sejarah dan keindahan laut yang dramatis
Itinerary
Sebuah perjalanan menuju pulau yang pernah ditukar dengan Pulau Manhattan (New York) di masa kolonial. Banda Neira adalah perpaduan sempurna antara sejarah dan keindahan laut yang dramatis.
Gugusan pulau di tengah Laut Banda yang merupakan asal muasal buah Pala. Dikelilingi oleh Gunung Api Banda yang berdiri megah di tengah laut yang biru pekat.
Penyeberangan dengan Kapal Cepat/Pesawat Perintis; Check-in penginapan tepi laut.
Menjelajahi benteng Pentagon versi Maluku, mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Hatta.
Snorkeling di terumbu karang yang sehat; mengunjungi situs sejarah pertukaran Pulau Rhun.
Mendaki Gunung Api (opsional) atau snorkeling di area "Lava Flow" (terumbu karang yang tumbuh di atas bekas lava).
Berburu manisan Pala dan kayu manis sebelum kembali ke Ambon.
Cost
The Cost Includes
- Penginapan (Guesthouse/Hotel lokal terbaik), Transportasi Kapal Cepat/Pesawat (Ambon-Banda PP), Tiket Masuk Wisata, Sewa Kapal Island Hopping, Alat Snorkeling, Pemandu Sejarah, Sarapan & Makan Siang.
The Cost Excludes
- Tiket pesawat dari kota asal ke Ambon, Makan Malam, Pengeluaran pribadi.
All About Your Trek
Perjalanan dari Ambon menuju Banda Neira adalah sebuah ekspedisi yang membawa Anda melintasi waktu, menggabungkan pesona kota pelabuhan yang dinamis dengan ketenangan gugusan pulau bersejarah di tengah Laut Banda.
1. Ambon: Kota Musik dan Pintu Gerbang Maluku
Ambon bukan sekadar titik transit, melainkan kota dengan jiwa yang kuat, dikenal sebagai UNESCO City of Music.
Lanskap & Atmosfer: Kota ini mengelilingi Teluk Ambon yang dalam dan jernih. Udaranya kental dengan aroma laut dan keramahan penduduk lokal yang hobi bernyanyi.
Pantai Pintu Kota: Sebuah ikon alam berupa tebing karang raksasa dengan lubang besar di tengahnya yang menghadap langsung ke Laut Banda.
Gong Perdamaian Dunia: Monumen di pusat kota yang melambangkan semangat persaudaraan pasca-konflik, dikelilingi oleh taman yang asri.
Kuliner Ikonik: Menikmati Papeda dan Ikan Kuah Kuning yang segar atau bersantai di sore hari dengan Kopi Sibu-Sibu sambil mencicipi Sukun Goreng.
2. Banda Neira: Permata Tersembunyi di Tengah Laut Banda
Banda Neira adalah jantung dari Kepulauan Banda. Pulau ini sangat kecil, tenang, namun memiliki sejarah yang sangat besar bagi dunia karena rempah Pala (Myristica fragrans).
A. Kekayaan Sejarah (Museum Hidup)
Banda Neira adalah saksi bisu perebutan kekuasaan antara Belanda (VOC) dan Inggris.
Benteng Belgica: Benteng megah berbentuk segilima yang dibangun Belanda pada abad ke-17. Berdiri di atas bukit, benteng ini menawarkan pemandangan spektakuler ke arah Gunung Api Banda dan laut biru.
Istana Mini: Bekas kantor pusat gubernur VOC sebelum pindah ke Batavia (Jakarta). Arsitekturnya yang elegan masih menyisakan aura masa kolonial.
Rumah Pengasingan Bung Hatta & Sutan Sjahrir: Tempat para pendiri bangsa diasingkan oleh Belanda. Pengunjung bisa melihat mesin tik, buku-buku, dan perabotan yang masih terjaga, merasakan semangat intelektual mereka di tengah pengasingan.
B. Lanskap Alam & Gunung Api Banda
Gunung Api Banda: Sebuah gunung vulkanik sempurna yang muncul langsung dari permukaan laut. Mendaki puncaknya memberikan panorama seluruh gugusan Kepulauan Banda yang tak terlupakan.
Laut Banda yang Dalam: Lautan di sekitar Banda adalah salah satu yang terdalam di Indonesia, menghasilkan warna biru pekat (royal blue) yang sangat kontras dengan hijaunya pulau.
C. Keajaiban Bawah Laut
Lava Flow: Titik snorkeling dan diving yang unik. Di sini, terumbu karang tumbuh luar biasa cepat di atas aliran lava dingin bekas letusan gunung api. Hasilnya adalah taman bawah laut dengan karang meja yang lebar dan ribuan ikan warna-warni.
Mandarin Fish: Di dermaga Banda Neira saat senja, pengunjung dapat melihat ikan Mandarin yang langka dengan pola warna yang indah sedang melakukan ritual kawin.
D. Pulau-Pulau Satelit (Rhun & Ay)
Pulau Rhun: Pernah dianggap lebih berharga daripada Pulau Manhattan (New York). Di sini, Anda bisa berjalan di bawah naungan pohon-pohon pala raksasa yang sudah berusia ratusan tahun.
Pulau Ay: Menawarkan pantai pasir putih yang sangat tenang dengan gradasi air laut dari bening, hijau toska, hingga biru gelap.
Aktivitas yang Mengesankan:
Walking Tour: Berjalan kaki mengelilingi kota Neira yang mungil, melewati gereja tua, rumah-rumah berarsitektur kolonial, dan pasar rempah tradisional.
Sunset di Benteng: Duduk di atap Benteng Belgica saat matahari tenggelam, menyaksikan bayangan Gunung Api Banda memanjang di atas air.
Mencicipi Selai Pala: Sarapan dengan roti hangat dan selai pala buatan lokal yang aromatik dan hanya bisa ditemukan secara otentik di sini.
