Overview
Pelarian ke dataran tinggi yang dingin dengan fenomena alam unik dan situs candi tertua.
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Dieng menawarkan kawah aktif, telaga warna-warni, dan kompleks candi Hindu di tengah hamparan pertanian kentang yang berkabut.
Itinerary
Berada di ketinggian 2.000 mdpl, Dieng menawarkan kawah aktif, telaga warna-warni, dan kompleks candi Hindu di tengah hamparan pertanian kentang yang berkabut.
Perjalanan darat menanjak, makan Mie Ongklok khas Wonosobo, check-in di glamping/homestay.
Trekking ringan subuh untuk "Golden Sunrise" di Bukit Sikunir; melihat kawah belerang yang berpindah-pindah.
Menikmati gradasi warna air telaga dari Batu Pandang Ratapan Angin dan foto di kompleks candi tertua di Jawa.
Cost
The Cost Includes
- Akomodasi (Glamping/Homestay premium), Transportasi dari Jogja/Semarang, Tiket Wisata, Pemandu Lokal, Sarapan & Dokumentasi.
The Cost Excludes
- Tiket pesawat/kereta, peralatan musim dingin pribadi (jaket tebal wajib!), makan siang/malam.
All About Your Trek
Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu destinasi paling magis di Pulau Jawa. Terletak di perbatasan Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, tempat ini sering dijuluki sebagai “Negeri di Atas Awan” karena letaknya yang berada di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.
1. Fenomena Alam “Golden Sunrise” Bukit Sikunir
Bukit Sikunir adalah magnet utama wisatawan. Dari puncaknya, Anda bisa menyaksikan matahari terbit yang berwarna keemasan dengan latar belakang deretan gunung berapi di Jawa Tengah seperti Gunung Sindoro, Sumbing, Merapi, dan Merbabu yang menyembul dari balik hamparan awan putih.
2. Kompleks Candi Arjuna (Situs Bersejarah)
Ini adalah kompleks candi Hindu tertua di Jawa, peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (sekitar abad ke-8).
- Suasana: Candi-candi batu ini berdiri kokoh di tengah padang rumput yang luas dan seringkali diselimuti kabut tipis, memberikan kesan mistis dan religius yang sangat kuat.
- Fenomena Bun Upas: Pada musim kemarau (Juli–Agustus), suhu di sini bisa mencapai di bawah 0° Celcius, menyebabkan munculnya embun beku yang menyerupai salju di sekitar candi.
3. Telaga Warna & Telaga Pengilon
Dua danau berdampingan yang memiliki karakter sangat berbeda:
- Telaga Warna: Kandungan belerang yang tinggi membuat airnya bisa berubah warna menjadi hijau, biru, atau kuning saat terkena sinar matahari.
- Telaga Pengilon: Berada tepat di sebelahnya, namun airnya sangat jernih seperti cermin (pengilon dalam bahasa Jawa berarti cermin) dan tidak mengandung belerang.
- Batu Pandang Ratapan Angin: Titik tertinggi untuk melihat kedua telaga ini sekaligus secara berdampingan.
4. Kawah Sikidang: Dapur Vulkanik yang Unik
Kawah aktif yang sangat luas dan mudah dijangkau. Berbeda dengan kawah gunung lain yang berada di puncak, Kawah Sikidang berada di dataran datar.
- Keunikan: Dinamakan “Sikidang” (Kijang) karena lubang kawah utamanya yang berisi lumpur panas mendidih sering berpindah-pindah tempat, seolah-olah sedang melompat seperti kijang.
- Aktivitas: Pengunjung bisa mencoba merebus telur di kawah kecil atau sekadar berfoto di jembatan kayu estetik yang membelah area kawah.
5. Budaya Unik: Anak Rambut Gimbal
Dieng memiliki tradisi unik terkait anak-anak asli daerah tersebut yang rambutnya tumbuh menggumpal atau gimbal secara alami tanpa dibuat-buat. Masyarakat setempat percaya anak-anak ini adalah titipan penguasa gaib. Setiap tahun, diadakan Dieng Culture Festival yang puncaknya adalah ritual pemotongan rambut gimbal setelah permintaan sang anak dipenuhi.
6. Kuliner Khas yang Menghangatkan
Karena udaranya yang sangat dingin (rata-rata 12-18°C), kuliner Dieng sangat khas:
- Mie Ongklok: Mie kuning dengan kuah kental gurih, disajikan dengan sate sapi dan tempe kemul.
- Carica: Buah khas Dieng yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi ini (sejenis pepaya gunung), biasanya disajikan dalam bentuk manisan segar.
- Kopi Purwaceng: Minuman herbal khas Dieng yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan menghangatkan tubuh.
7. Tuk Bimo Lukti
Mata air suci yang menjadi titik nol Sungai Serayu. Konon, air di sini dipercaya dapat membuat awet muda bagi siapa saja yang membasuh mukanya di sana.
